minion

minion

Sabtu, 17 Oktober 2015

Sinopsis obat esensial

SINOPSIS
Nama obat                    :   Cimetidin
            Mekanisme kerja          : Cimetidin menghambat reseptor H2 secara selektif dan reversible. Cimetidin mengurangi volume dan kadar ion hydrogen cairan lambung. Penurunan sekresi asam lambung mengakibatkan perubahan pepsinogen menjadi pepsin  menurun.
Indikasi                        : Tukak lambung dan tukak duodenum, refluks gastroesofagus erosif, pencegahan perdarahan saluran cerna atas.
Dosis                             : Untuk tukak usus 12 jari: 800 mg/hari saat makan dan malam sebelum tidur. Pemeliharaan tukak usus 12 jari: 400mg malam sebelum tidur. Lama pengobatan 4 hingga 6 minggu. Pengobatan tukak lambung aktif yang jinak 300 mg 4 kali sehari pada saat makan dan sebelum tidur selama 6-8 minggu.
Efek samping                : Diare ringan, sakit kepala, pusing, mengantuk, mental kebingungan, agitasi, psikosis, depresi, cemas, halusinasi, ginekomastia.
Kontra indikasi            : Pasien yang hipersensitif terhadap cimetidine.
Interaksi obat               : Cimetidine dapat mengurangi metabolisme antikoagulan kumarin, fenitoin, propanolol, nifedipin, klordiazepoks), diazepam, antidepresan trisiklik, lidokain, teoflin dan metonidazol.
Perhatian                     : Cimetidine tidak boleh diberikan pada anak-anak dibawah 16 tahun, ibu hamil dan menyusui, hanya bila sangat dibutuhkan. Cimetidine tidak dapat digunakan untuk pengobatan   simptomatis pada keganasan lambung.
Penyimpanan    : Disimpan pada suhu kamar (25-30oC)
Merek Dagang : Cimetidin, Corsamet(Corsa), Decamet(Harsen), Licomet(Berlico Mulia Farma), Nulcer(Armoxindo Farma), Ramet(Rama Farma), Sanmetidin(Sanbe Farma), Sanmag(Sanbe Farma).
Daftar pustaka
Ganiswarna,  Sulistia   G.,   1995,  Farmakologi   dan  Terapi ,  Edisi  4,  Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.

Lacy, Charles F., 2006, Drug  Information Handbook, 14th edition, Lexicomp, North American.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar